Sabtu, 30 Juli 2016

Mataku Sekarang Minus!

Baru kusadari
Betapa berartinya mata ini
Saat penglihatanku
Tak sebaik dulu

Tanggal 2 April 2016 lalu, gue ke Klinik Mata Nusantara (KMN) untuk periksa mata karena matanya suka perih, terasa seperti sering ada kotoran, penglihatan jadi kabur, dll. Ini merupakan pertama kalinya gue periksa mata. Dan kata dokter, mata gue sekarang minus; mata kiri minus 1,25 dan mata kanan minus 0,5.

Minusnya masih kecil, sih. Tapi gue sedih, karena sekarang gue nggak bisa melihat objek yang jauh dengan jelas. Bisa sih, kalau pakai kacamata/softlens (tapi kayaknya nggak berani coba pake softlens).

Kalau nggak pake kacamata, gue nggak bisa membaca tulisan yang jaraknya sekitar tiga meter lebih dari gue (kondisi cahayanya terang). Kalau cahayanya agak gelap, lebih susah lagi. Kalau sekadar main HP/ komputer nggak perlu pake kacamata, tapi kalau kelamaan, agak nggak enak di mata, jadinya gue udah mulai kebiasaan pake kacamata setiap saat (kecuali mandi/tidur).

Gue pertama kali pakai kacamata itu tanggal 10 April 2016. Pas baru memakai kacamata, gue merasa dilihatin orang-orang (kepedean & baper). Juga merasa pusing karena ada benda asing menempel di wajah dan pandangan mata yang nggak sebebas melihat dengan mata normal.

Bulan pertama pake kacamata, gue merasa aneh. Tapi, lama-lama ya udah terbiasa dan nggak mau mengeluh lagi. Anggap aja kacamata itu aksesori fashion buat memper-kece penampilan hahaha.

Nah, buat kalian yang belum pernah cek mata, sebaiknya minimal setahun sekali dicek ke dokter. Karena berguna banget buat tahu kondisi mata sendiri. Seperti gue, yang ternyata selain minus, anatomi mata kiri gue abnormal sehingga lebih lemah daripada mata kanan gue.

Apapun yang terjadi dengan mata gue saat ini, gue mau bersyukur karena setidaknya gue diberikan kesempatan sama Tuhan untuk bisa melihat normal selama 25 tahun. Minus mata gue juga masih ringan dibanding orang-orang yang gue kenal (gue sempat menanyakan ke beberapa orang, dan ternyata mata mereka lebih parah minusnya). Sekarang yang bisa gue lakukan ialah menjaga kedua mata gue biar minusnya nggak nambah dan nggak malah nambah penyakit mata lainnya.

Kalau suatu hari mata gue bisa kembali normal itu mujizat. Tapi minimal jangan tambah parah minusnya dan nggak terkena penyakit mata lainnya. Amin! :)

Rabu, 09 Maret 2016

Mengabadikan Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta


Fenomena gerhana matahari total (GMT) pada Rabu, 9 Maret 2016 begitu heboh di Indonesia. Termasuk gue yang nggak mau ketinggalan melihat langsung. Bule dari luar negeri aja niat banget datang ke Indonesia, karena GMT cuma melintasi 11 wilayah di Indonesia, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Kalau nggak salah, dulu pas tahun 90-an juga pernah ada gerhana matahari total atau sebagian. Gue ingat banget pas siang hari kota gue: Sintang, Kalimantan Barat, mendadak gelap selama beberapa menit. Orang-orang pada bawa negatif / klise film, foto bekas rontgen, dll buat melihat langsung gerhana. Gue yang masih TK/ SD waktu itu juga melakukan hal yang sama. Walaupun dulu masih kecil tapi gue penasaran.

Nah, tadi gue niat banget (terbangun) jam 5 pagi, lalu tidur lagi sampai jam 6 pagi. Kemudian bersiap-siap melihat gerhana matahari dengan perlengkapan: kamera, HP, dan kaca helm berwarna hitam. Gue dan sepupu gue menuju kawasan Mal Central Park, Jakarta Barat untuk menyaksikan fenomena alam yang langka itu.

Awalnya, sempat mikir kalau jangan-jangan cuma kita doang yang heboh di Jakarta. Eh, ternyata meskipun bukan GMT dan cuma GMS (gerhana matahari sebagian), ternyata ada belasan orang juga yang antusias juga mengabadikan momen GMS.

Kebanyakan dari mereka tidak ada persiapan untuk melindungi mata. Modal nekat dan penasaran. Jadi, pas kita mengeluarkan kaca helm untuk membantu kita melihat sang surya yang mulai ditutupi bulan, beberapa orang pun nebeng buat lihat-lihat dan foto-foto.

Nih, gue sempat merekam momen-momen pas GMS di Jakarta. Meskipun hanya GMS yang bentuk matahari mirip bulan sabit, tetapi tetap berkesan dan menjadi salah satu pengalaman bersama alam yang tak akan terlupakan. Cekidot!


Minggu, 17 Januari 2016

Surat Terbuka Tentang Terorisme untuk Seluruh Warga Indonesia

Dear NKRI,

Perilaku islamophobia semakin mengkhawatirkan. Banyak orang non Muslim  di dunia yang saat ini berprasangka buruk terhadap Islam dan akhirnya membuat mereka melakukan tindakan diskriminatif terhadap umat Islam. Contohnya, terkait terorisme dan bisa Anda saksikan pada video Public Bomb Scare Prank yang menunjukkan kalau orang-orang ketakutan ketika dilempari tas oleh seseorang berpakaian Arab. Mereka mengira orang itu teroris yang membawa bom.

Hadirnya berbagai kelompok yang membawa nama Islam tetapi bertindak anarkis, membuat banyak orang membenci Islam. Semakin gencarnya aksi terorisme di berbagai belahan dunia yang mengatasnamakan jihad, membuat semakin banyak orang membenci segala hal tentang Islam.

Agama Islam seringkali dikaitkan atas berbagai peristiwa terorisme di dunia. Meski sebenarnya aksi terorisme yang membawa nama agama selain Islam juga ada, tetapi yang paling eksis dan diberitakan adalah aksi teror yang dilakukan oleh kelompok-kelompok radikal yang mengatasnamakan Islam. Akibatnya, Islam pun paling tersudutkan.

Padahal, umat Islam yang sesungguhnya mengakui jika Islam itu cinta damai, sama dengan agama lainnya. Namun ironisnya, berbagai ekstremis berkedok agama berhasil mencoreng nama baik Islam di mata dunia. Contohnya, yang sedang terkenal saat ini adalah kelompok militan ISIS (Islamic State of Iraq and Syria).

ISIS diketahui telah melakukan sangat banyak tindakan ekstrim membunuh dengan sadis dan tanpa ampun orang-orang yang berseberangan dengan paham yang dianutnya. Saya pernah menyaksikan video korban ISIS yang dibakar hidup-hidup tanpa sensor. Masih ngeri jika mengingatnya!

Kini, ISIS sudah mulai memperluas jaringannya dan aksinya ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia tentu seharusnya tidak menjadi target ISIS. Namun nyatanya, ISIS sudah ada di Indonesia dan menunjukkan eksistensinya (ini semakin membuktikan bahwa ISIS tidak ada kaitannya dengan agama Islam). Seperti peristiwa bom Sarinah Jakarta pada Kamis, 14 Januari 2016 yang lalu.

Anda harus melihat video-video rekaman bom bunuh diri dan baku tembak antara pelaku dan aparat kepolisian untuk mengetahui lebih jelas bagaimana aksi mereka mencoba menakuti setiap orang yang berada di lokasi kejadian. Warga sipil WNI dan juga asing, serta polisi menjadi korban. Untungnya, Tuhan berpihak pada kita yang benar, sehingga para pelaku berhasil ditaklukkan oleh Polri yang tangguh.

Nah, balik lagi ke masalah islamophobia atau sikap fobia terhadap Islam. Aksi teror ISIS di Sarinah menjadi pemberitaan media-media internasional. Lagi-lagi nama Islam tercoreng, meskipun sebenarnya ISIS bukanlah Islam, hanya menebeng nama untuk propaganda anti Islam dan memprovokasi orang-orang yang berpikiran kerdil yang mudah di-brainwashed jika teroris itu sama dengan Muslim.

Salah satu contohnya, menurut saya, orang yang sudah berhasil dicuci otak bahwa teroris itu Muslim ialah Donald Trump. Ia menyerukan larangan umat Islam ke Amerika Serikat agar negaranya tidak menjadi korban serangan jihad lagi.

"Donald J. Trump is calling for a total and complete shutdown of Muslims entering the United States until our country's representatives can figure out what the hell is going on," ucap Trump berapi-api.

Pernyataan Trump tersebut langsung mendapatkan kecaman dari banyak orang di seluruh dunia. Namun tidak sedikit juga yang mendukung seruannya, makanya ia percaya diri mengambil sikap kontra terhadap Islam.

Cukup banyaknya orang-orang yang menganggap teroris itu Muslim, tentu saja menjadi fakta yang menyedihkan dan mengerikan. Hal ini bisa semakin memperburuk keadaan, di mana seharusnya semua orang bersatu melawan terorisme atas nama apapun. Namun islamophobia bisa membuat seseorang menggeneralisasi bahwa orang-orang beragama Islam patut dicurigai karena identik dengan perilaku teror.

Oleh sebab itu, saya menuliskan opini ini untuk menyampaikan kegelisahan saya terhadap stereotip bahwa teroris adalah Muslim dan Muslim adalah teroris. Karena menurut saya, kita harus bersatu memerangi terorisme. Semua umat beragama, bahkan yang ateis pun harus bersatu membela kemanusiaan yang di dalamnya ada cinta kasih antara sesama manusia.

Dan juga ingatlah, meskipun ada teroris yang berkata lantang bahwa dirinya membela suatu agama, mereka sama sekali hanyalah orang-orang sesat yang tidak dibenarkan mewakili agama apapun. Jangan mau diadu domba oleh teroris untuk memecah belah kita.

Jika teroris tidak bisa menerima perbedaan, maka kita adalah bhinneka tunggal ika. Jika teroris berani mati untuk yang salah, maka kita harus berani untuk hidup dan berjuang dengan benar. Jika teroris mau menghancurkan, maka kita tidak akan membiarkan mereka merusak apa yang sudah kita bangun dengan susah payah. Mari bersatu kita teguh, karena jika bercerai kita runtuh.

Salam,

Generasi Cinta Pancasila

Rabu, 13 Januari 2016

Agnez Mo Jawab Tudingan Pelecehan Agama dan Aliran Sesat


Agnes Monica (Agnez Mo) sudah lama dituding sebagai salah satu selebriti yang tergabung dalam jaringan organisasi rahasia yang tidak benar yang dikenal dengan sebutan Illuminati. Agnez dicurigai sejumlah orang sebagai bagian dari aliran sesat yang dibenci oleh banyak agama itu. 

Banyak artikel, foto dan video yang membahas tentang Agnez Mo dan Illuminati. Haters Agnez yang "kreatif"  (tetapi penuh dengki) memanfaatkan hal apa saja agar bisa menyerempetkan tudingan jika ia memang merupakan bagian dari Illuminati atau Freemason atau apapun yang sesat-sesat pokoknya. Misalnya, saat Agnez selfie dan rambutnya menutupi satu matanya atau saat ada sesuatu simbol yang mirip segitiga atau matu satu di pakaian, panggung, video klip, hingga lagu-lagunya dianggap menyampaikan pesan-pesan negatif terselubung jika diputar mundur / backmasking.

Banyak ulasan media, blog, YouTube, forum online yang menyebarkan gosip miring jika Agnez termasuk boneka Illuminati layaknya Lady Gaga, Beyonce, Jay Z, dan sebagainya. Ada-ada saja, ya. Padahal Agnez lahir dan dibesarkan di lingkungan keluarga Nasrani yang religius, sering ke Gereja, menyebut nama Tuhan di televisi, membagikan ayat Alkitab di media sosial, dan sebagainya. Sangat berbeda dibandingkan artis-artis mancanegara yang saya sebutkan tadi (jika pun benar jika mereka itu Illuminati).

Setahu saya, tuduhan Illuminati kepada wanita kelahiran 1 Juli 1986 itu dimulai saat Agnez merilis Godai Aku Lagi di mana Agnez dan dancers-nya NezIndaHood sudah mulai mengangkat tangan membuat simbol berbentuk huruf A, tetapi dianggap itu simbol Δ (padahal simbol tangan A dan Δ itu berbeda dan cuma mirip).

Sejak saat itu, Agnez sering dikait-kaitkan oleh orang-orang awam yang asal menghakimi, termasuk oleh sesama orang Kristen sendiri. Saya pernah mendengar langsung salah satu pembicara di suatu gereja yang curiga akan hal tersebut dan teman-teman saya yang tampaknya sangat rohani, tetapi mudah terhasut dengan isu tersebut. Heran!

Tak mau terus-terusan dituduh, Agnez akhirnya buka suara di Twitter pada 2012 silam bahwa kesuksesan yang diraihnya selama ini karena Yesus semata dan bahwa lambang di tangannya itu membentuk inisial namanya "A".


Meskipun sudah mengonfirmasikan bahwa dia bukan anggota Illuminati, haters yang sengaja atau orang-orang yang sudah terprovokasi masih saja menuduhnya. Baru-baru ini, Agnez tampaknya kembali gerah dengan isu Illuminati tersebut, setelah baru saja dituduh melecehkan Islam gara-gara menggunakan busana yang ada tulisan Arab di HUT Indosiar 21. Apalagi saat itu, Agnez menggunakan jaket yang ada gambar yang sebenarnya tidak mirip simbol Illuminati, tetapi dianggap mirip oleh mereka. Konyol dan berlebihan.

Agnez pun akhirnya menjawab isu tersebut dengan tegas, sembari membalas salah satu netizen yang menyerangnya dengan tuduhan pelecehan agama dan aliran sesat itu.


Akan tetapi, memang masih ada oknum-oknum yang iseng yang berusaha mencari segala cara untuk menjelek-jelekkan orang yang dia tidak suka karena agamanya, sukunya, prestasinya, dan sebagainya. Seperti yang dialami Agnez ini. Meskipun harus mengarang bebas dan memfitnah, haters tetap akan memberikan komentar-komentar negatif. Pada akhirnya, Agnez pun sadar dan memilih untuk membiarkan debat kusir netter di media sosial dengan memberikan pesan-pesan terakhir atas tudingan pelecehan agama dan aliran sesat yang tidak masuk akal itu.



"Roma 13:8-10. Kasih adalah kegenapan hukum Taurat... ❤️❤️❤️ thank You Lord for teaching me love and forgiveness," tutup @AgnezMo.

Selasa, 12 Januari 2016

Tulisan Arab Hanya Boleh Digunakan Orang Muslim?

Lagi-lagi masyarakat membuat kontroversi terkait agama gara-gara Agnes Monica (Agnez Mo) mengenakan pakaian yang ada tulisan Arab. Tetapi yang sebenarnya membuat kontroversi itu Agnez atau masyarakat? Menurut saya, masyarakat.

Masyarakat yang saya maksudkan adalah orang-orang yang gagal paham atau mungkin terlalu fanatik terhadap agamanya. Memang benar jika bahasa Arab dipakai di Al-Qur'an sehingga menjadi bahasa peribadatan agama Islam. Namun bukan berarti bahasa Arab itu akhirnya menjadi eksklusif hanya untuk orang Islam.

Bahasa Arab diketahui menjadi bahasa resmi sekitar 28 negara. Dari ke-28 negara yang menggunakan bahasa Arab, tidak semua penduduknya Muslim. Orang non Muslim di sana oke-oke saja menggunakan bahasa Arab. Lantas, kenapa di Indonesia menjadi kontroversi?

Padahal tulisan kaligrafi Arab itu menarik, sehingga sering menjadi inspirasi seni. Seperti outfit Agnez yang disponsori brand KTZ dari Inggris saat acara HUT Indosiar ke-21. Pada outfit tersebut terdapat huruf Arab المتحد ة (al muttahida) yang artinya united / bersatu.

Al muttahida yang mengandung pesan persatuan dan hanyalah bahasa Arab biasa sehari-hari itu malah akhirnya membuat orang-orang yang gagal paham menuding Agnez menghina Islam. Padahal tulisan Arab tersebut bukanlah kutipan lafadz Al-Qur'an, tetapi kenapa diributkan?

Hal sepele seperti ini yang membuat agama seringkali menjadi pemicu perselisihan. Padahal tulisan Arab bukan milik Islam semata dan tidak selalu berasal dari ayat Al-Qur'an. Yang membuat Al-Qur'an itu sakral adalah firman-Nya, bukan bahasanya. Makanya disebut kitab SUCI Al-Qur'an, dan tidak ada sebutan bahasa SUCI Arab.

Intinya, bahasa itu universal. Semoga saja, tidak ada yang mengkritik saya karena saya baru saja menulis المتحد ة  yang hanyalah tulisan Arab biasa. Jadi menurut saya, aksara Arab sama saja seperti aksara negara lain (Thailand, Korea, Jepang, China, dll), sehingga penggunaannya sah-sah saja asalkan bukan untuk menyinggung SARA.

Sabtu, 09 Januari 2016

Kakak : Apa Mimpimu, Dek?

Kakak : Dek, apa mimpimu tahun ini?

Adek : Jadi lebih baik dari tahun kemarin, Kak.

Kakak : Jadi lebih baik gimana?

Adek : Semua hal lah, Kak! Kenapa?

Kakak : Gapapa. Kakak cuma pengen tau apa mimpimu, Dek.

Adek : Belum tau Kak. Pengennya sih jadi pengusaha.

Kakak : Pengusaha apa?

Adek : Belum tau pengusaha di bidang apa.

Kakak : Coba kamu pikirkan ya, Dek!

Adek : Oke, Kak! Kalau Kakak sendiri gimana?

Kakak : Kakak pengen jadi pejabat di daerah kita. Jadi Gubernur yang hebat macam Pak Ahok. Kakak mau benahin daerah kita.

Adek : Keren tuh, Kak. Gubernur kita sekarang nih nggak becus. Coba aja Pak Ahok yang mimpin kita!

Kakak : Makanya, Dek. Menurut kamu Kakak bisa nggak jadi Gubernur?

Adek : Semoga ya, Kak! Adek aja nggak tau mimpi Adek, gimana Adek bisa bayangin mimpi orang lain.

Kakak : Aduh, Adek ini. Gini ya, kalau kita aja nggak tau apa mimpi kita, gimana kita mau meraihnya. Yang tau mimpinya aja masih kebingungan gimana caranya mewujudkan impiannya itu.

Adek : Iya, Kak. Nanti adek pikirin apa mimpi Adek, ya.

Kakak : Oke, Dek. Nanti di share ke kakak yah kalau sudah tau apa mimpinya.

Adek : Baiklah, kak.

(Percakapan suatu sore antara Kakak dan Adek. #Fiktif )

Kamis, 31 Desember 2015

Momen-Momen Terbaik di 2015

Bagiku, setiap momen yang berkesan harus selalu diabadikan, baik itu menggunakan foto atau video. Jangan sampai momen-momen yang spesial hanya menjadi sebatas memori di otak dan hati saja.

Untuk tahun 2015, banyak hal berharga yang aku lewati, khususnya bersama para anggota keluarga tercinta. Terlebih saat-saat kami mempersiapkan pernikahan Engko (my big brother, Dodi Juliadi) hingga akhirnya dia resmi menikahi wanita (Christine Tambrani) yang kini menjadi istrinya seumur hidup.

Berikut kilas balik momen-momen terbaikku di 2015:

- 21 Juni 2015 (Lamaran/Pertunangan)
- 11 Oktober 2015 (Sangjit atau prosesi seserahan dalam budaya Tionghoa)
- 14 Oktober 2015 (Ke Bali untuk jalan-jalan dan menyiapkan pernikahan)
- 17 Oktober 2015 (Acara pernikahan di Infinity Chapel - Hotel Conrad Bali).

Momen-momen tersebut sempat aku rekam dengan kamera ponselku dan saya edit menjadi suatu video yang sekilas menceritakan kebahagiaan yang kami rasakan. Yuk, di tonton videonya, hehehe! Thank you. :)