Jumat, 21 Agustus 2009

Gerimis

air itu mengenai keningku
satu demi satu mengejar-ngejarku
lembut
berebut membasahi tubuhku
gerimis
ya, aku menyukainya
basah bukan apa-apa
namun, gerimis menyejukkanku
dari semua kepenatan hidup

*Puisi ini diambil dari novelku yang belum jadi-jadi hingga sekarang,hehe*

http://www.kemudian.com/node/236023

1 komentar:

Irwan Bajang mengatakan...

puisi gerimis yang sungguh gerimis..saya menangkapa aura yang kenatal!!