Senin, 28 Juni 2010

Keputusan

Bukan masa lalu yang menentukan masa depan, tapi keputusan Anda hari ini yang menentukannya. Seseorang bisa sukses karena dimulai dari sebuah keputusan. Keputusan di masa lalu menentukan hari ini, dan keputusan hari ini menentukan masa depan Anda.

Jika sekarang Anda masih bingung untuk menentukan yang mana keputusan Anda, sebaiknya Anda pikirkan lagi dengan matang. Setiap keputusan yang diambil memiliki konsekuensi masing-masing. Jadi berpikirlah sebelum mengambil keputusan. Ambillah keputusan yang benar karena yang benar pasti yang terbaik.

Dan Anda harus berhati-hati dengan apa yang akan Anda putuskan. Berpikir panjang ke depan itu bagus, karena bisa saja setiap keputusan yang Anda ambil, sekecil apapun itu, akan berpengaruh besar pada masa depan.

Setelah membuat keputusan, jangan pernah lihat lagi ke belakang. Hidupilah keputusan di masa kini dan untuk masa depan. Karena apa yang telah terjadi di masa lalu tidak bisa diubah lagi. Dan kegagalan yang pernah dilakukan biarlah menjadi pelajaran Anda untuk mengambil keputusan selanjutnya.

Keputusan itu adalah pilihan. Anda pasti tidak mau salah memilih. Hidup adalah kumpulan dari setiap pilihan yang Anda ambil. Berpikirlah sebelum berbuat. Sadari setiap konsekuensi dari pilihan yang Anda ambil agar tidak menyesal nantinya.

Dan bagaimanapun sulitnya untuk memilih, namun Anda tidak bisa menghindar untuk tidak memilih. Walaupun jika nantinya Anda memilih untuk tidak memilih, itu juga adalah sebuah keputusan. Namun, dengan demikian hidup Anda menjadi tidak terarah karena tidak adanya keputusan yang jelas. Jadi gunakanlah hati nurani Anda dan jangan takut untuk memilih.

Jangan lihat ke belakang, syukuri masa kini, dan masa depan adalah milik Anda dan tergantung pada diri Anda. Bagaimana masa depan Anda ditentukan dari dimulainya suatu pengambilan keputusan yang Anda pilih sekarang. Dan jangan lupa untuk menyerahkan semuanya kepada Tuhan. Karena Dia yang akan menuntun arah hidup Anda.

Jadi, sudahkah Anda memikirkan keputusan tentang hal yang sedang Anda pikirkan sekarang? Mari ambillah keputusan daripada tidak mengambil keputusan sama sekali. Keputusan ada di tangan Anda. Dan jangan pernah takut untuk memutuskan. Semoga keputusan Anda nantinya adalah yang terbaik bagi hidup Anda ke depannya.

Minggu, 27 Juni 2010

Dulu, Sekarang, dan Selamanya

Dulu,
Aku tidak tahu siapa Tuhan
Aku belum mengenal Juruselamat
Hidupku tidak hidup, mati
Tak bernyawa walau bernafas

Waktu itu,
Aku bahkan membenci diriku
Dunia menganggapku sampah
Aku dibuang, tidak berguna
Terabaikan, tiada yang peduli

Sekarang,
Layaknya uang, aku berharga
Walaupun ronyok, uang tetaplah uang
Dan aku adalah aku
Manusia yang Tuhan kasihi apa adanya

Saat ini,
Aku bersyukur bisa berjumpa dengan-Nya
Aku anak-Nya dan Dia Bapaku
Firman Tuhan adalah dasar hidupku
Doa adalah nafas rohaniku

Selamanya,
Hidupku tak ‘kan sama lagi
Kasih karunia-Nya melayakkanku
Masa depanku sungguh ada
Karena Dia, Gembala yang memeliharaku

Dari dulu, sekarang, dan selamanya
Kasih-Nya tak pernah berubah, selalu sama
Dia tetap setia, walau aku tidak setia
Terima kasih Tuhan Yesusku

Minggu, 20 Juni 2010

Kasih Tidak Butuh Alasan

Mengapa Anda mengasihi keluarga, sahabat, dan pacar Anda? Mungkin ada yang menjawab karena mereka baik, mereka selalu menolong ketika dibutuhkan, mereka dapat membuat Anda tersenyum, mereka selalu mengisi hari-hari Anda dengan keceriaan, dan berbagai alasan lainnya.


Apapun alasannya, hal itu tidaklah salah. Namun, coba Anda pikirkan lebih dalam lagi. Karena kasih adalah sebuah kata sederhana yang memiliki makna begitu dalam yang tidak se-sederhana itu untuk dijelaskan begitu saja.


Bayangkan saja, apa jadinya jika beberapa hari ke depan atau beberapa bulan ke depan, bahkan satu tahun ke depan, mereka tidak lagi seperti yang Anda katakan. Apakah Anda akan tetap mengasihi mereka? Berdasarkan alasan yang logis, jawabannya adalah tidak.


Maka dari itu, kasih yang sebenarnya begitu sulit untuk diberikan alasan. Jika Anda mengasihi mereka karena berbagai alasan di atas, maka kasih itu tidak akan bertahan lama. Karena jika semuanya berubah, kasih Anda juga akan berubah kepada mereka.


Jika suatu saat keluarga, sahabat atau pacar Anda tidak baik lagi kepada Anda, mereka menyakiti perasaan Anda, bagaimana reaksi Anda? Kemungkinan besar Anda tidak akan mengasihi mereka lagi. Dasar untuk Anda mengasihi akan berakhir juga.


Satu-satunya cara supaya anda dapat mengasihi orang lain selamanya adalah jika kasih itu tanpa syarat. Kasih yang sesungguhnya tidak dilakukan karena orang yang Anda kasihi mengasihi Anda, tetapi lebih kepada diri sendiri sebagai orang yang mau mengasihi apapun keadaannya.


Mengasihi adalah sebuah keputusan dari hidup Anda kepada orang lain. Apa yang orang lain lakukan tidak akan mempengaruhi kasih yang Anda berikan. Karena mengasihi adalah keputusan Anda bukan dikarenakan bagaimana orang lain terhadap Anda, tetapi karena Anda ingin mengasihi walaupun orang lain tidak mengasihi Anda. Itulah kasih tanpa syarat.


Janganlah memiliki kasih yang berdasarkan perasaan atau kondisi yang ada, tetapi milikilah kasih sebagai sebuah keputusan. Sehingga apapun yang terjadi, Anda tetap mengasihi orang lain karena ada komitmen di dalam diri Anda.


Kasih tanpa syarat adalah Kasih Agape seperti kasih Kristus kepada manusia. Yesus mengasihi manusia, bukan karena manusia tidak berbuat dosa tapi karena Yesus adalah kasih. Yesus mengasihi karena ingin mengasihi setiap orang apa adanya.


Marilah belajar mengasihi seperti Yesus mengasihi. Mengasihi karena ingin mengasihi, bukan mengasihi karena ingin dikasihi. Dan, mengasihi karena Anda mengasihi orang lain, bukan mengasihi karena orang lain mengasihi Anda.


Jadi, apakah mengasihi orang lain membutuhkan sebuah alasan? Tentu saja tidak. Kasih yang sesungguhnya tidak dapat dijelaskan dengan alasan tetapi dapat dibuktikan dengan tindakan.