Minggu, 20 Juni 2010

Kasih Tidak Butuh Alasan

Mengapa Anda mengasihi keluarga, sahabat, dan pacar Anda? Mungkin ada yang menjawab karena mereka baik, mereka selalu menolong ketika dibutuhkan, mereka dapat membuat Anda tersenyum, mereka selalu mengisi hari-hari Anda dengan keceriaan, dan berbagai alasan lainnya.


Apapun alasannya, hal itu tidaklah salah. Namun, coba Anda pikirkan lebih dalam lagi. Karena kasih adalah sebuah kata sederhana yang memiliki makna begitu dalam yang tidak se-sederhana itu untuk dijelaskan begitu saja.


Bayangkan saja, apa jadinya jika beberapa hari ke depan atau beberapa bulan ke depan, bahkan satu tahun ke depan, mereka tidak lagi seperti yang Anda katakan. Apakah Anda akan tetap mengasihi mereka? Berdasarkan alasan yang logis, jawabannya adalah tidak.


Maka dari itu, kasih yang sebenarnya begitu sulit untuk diberikan alasan. Jika Anda mengasihi mereka karena berbagai alasan di atas, maka kasih itu tidak akan bertahan lama. Karena jika semuanya berubah, kasih Anda juga akan berubah kepada mereka.


Jika suatu saat keluarga, sahabat atau pacar Anda tidak baik lagi kepada Anda, mereka menyakiti perasaan Anda, bagaimana reaksi Anda? Kemungkinan besar Anda tidak akan mengasihi mereka lagi. Dasar untuk Anda mengasihi akan berakhir juga.


Satu-satunya cara supaya anda dapat mengasihi orang lain selamanya adalah jika kasih itu tanpa syarat. Kasih yang sesungguhnya tidak dilakukan karena orang yang Anda kasihi mengasihi Anda, tetapi lebih kepada diri sendiri sebagai orang yang mau mengasihi apapun keadaannya.


Mengasihi adalah sebuah keputusan dari hidup Anda kepada orang lain. Apa yang orang lain lakukan tidak akan mempengaruhi kasih yang Anda berikan. Karena mengasihi adalah keputusan Anda bukan dikarenakan bagaimana orang lain terhadap Anda, tetapi karena Anda ingin mengasihi walaupun orang lain tidak mengasihi Anda. Itulah kasih tanpa syarat.


Janganlah memiliki kasih yang berdasarkan perasaan atau kondisi yang ada, tetapi milikilah kasih sebagai sebuah keputusan. Sehingga apapun yang terjadi, Anda tetap mengasihi orang lain karena ada komitmen di dalam diri Anda.


Kasih tanpa syarat adalah Kasih Agape seperti kasih Kristus kepada manusia. Yesus mengasihi manusia, bukan karena manusia tidak berbuat dosa tapi karena Yesus adalah kasih. Yesus mengasihi karena ingin mengasihi setiap orang apa adanya.


Marilah belajar mengasihi seperti Yesus mengasihi. Mengasihi karena ingin mengasihi, bukan mengasihi karena ingin dikasihi. Dan, mengasihi karena Anda mengasihi orang lain, bukan mengasihi karena orang lain mengasihi Anda.


Jadi, apakah mengasihi orang lain membutuhkan sebuah alasan? Tentu saja tidak. Kasih yang sesungguhnya tidak dapat dijelaskan dengan alasan tetapi dapat dibuktikan dengan tindakan.

1 komentar:

NOVIA mengatakan...

so sweet^^
saya suka judulnya