Jumat, 30 Juli 2010

Perubahan

Ada sebuah kutipan yang berkata bahwa perubahan bukanlah suatu perubahan sampai terjadi perubahan. Apakah Anda mengerti maksudnya?

Ya, jika Anda ingin melakukan suatu perubahan namun Anda belum juga melihat hasil dari perubahan itu, maka hal itu belum bisa disebut perubahan, karena keadaan yang ada masih sama. Belum terjadi suatu kondisi yang berbeda.

Setiap orang pasti menginginkan suatu perubahan yang lebih baik bisa terjadi di dalam hidupnya. Perubahan perlu suatu proses, tidak terjadi secara instan. Butuh kerja keras jika Anda menginginkannya.

Mulailah dengan membuat komitmen dalam diri Anda tentang apa yang ingin Anda ubah. Jika sudah ada komitmen, maka Anda harus belajar untuk konsisten melakukannya. Perbuatan yang dilakukan terus-menerus akan menghasilkan kebiasaan baru.

Perubahan yang lebih ditekankan di sini adalah dalam hal karakter. Setiap manusia pasti memiliki sisi buruk yang sebaiknya diubah walau mungkin tidak berubah 180 derajat, namun setidaknya telah terjadi perubahan yang lebih baik.

Misalnya Anda ingin berubah menjadi orang yang lebih sabar, maka Anda harus belajar untuk menahan emosi Anda di saat ada hal yang tidak menyenangkan terjadi.

Tidak cukup dilakukan sekali, tetapi berkali-kali karena dengan demikian Anda sedang melatih diri untuk memiliki respon yang sabar ketika Anda sebenarnya ingin marah. Jika sudah sering dilakukan, maka Anda akan memiliki kebiasaan baru yaitu sabar dan kebiasaan lama yang pemarah itu telah berubah.

Lakukanlah perubahan mulai dari sekarang. Jangan pernah menuntut orang lain berubah jika Anda sendiri belum berubah. Lakukan perubahan mulai dari diri sendiri dan tunjukkan bahwa ada hal yang baru dalam diri Anda yang telah berubah menjadi lebih baik.

Jadi, mulailah mengintrospeksi diri dan pikirkan perubahan apa yang ingin dilihat dari diri Anda. Tidak hanya Anda yang akan merasa lebih baik jika telah berhasil melakukan perubahan, namun orang di sekitar Anda juga akan merasa senang. Sekali lagi, ingatlah bahwa perubahan bukanlah suatu perubahan sampai terjadi perubahan.

Minggu, 25 Juli 2010

Memberi

Memberi tidak harus selalu dikaitkan dengan uang. Namun kita bisa memberikan apapun yang dapat kita berikan untuk membantu orang lain, seperti waktu dan tenaga.

Memberi adalah tanggung jawab sosial yang harus dilakukan setiap manusia untuk menolong orang lain yang membutuhkan. Memberi dengan keikhlasan membutuhkan suatu pengorbanan, dan itu tidak mudah dilakukan karena harus mengesampingkan kepentingan diri sendiri dan menomorsatukan kepentingan orang lain.

Jika kita ingin menerima sesuatu, maka kita harus belajar untuk memberi terlebih dahulu. Seperti sebuah mangkuk yang penuh dengan air, mangkuk tersebut harus dikosongkan terlebih dahulu agar bisa diisi kembali dengan air. Jika tidak, maka mangkuk itu tidak akan bisa menerima air yang baru lagi. Dan jika diisi, maka hanya akan menjadi sia-sia, karena airnya akan tumpah tanpa memberikan arti.

Kita akan menerima, sejauh mana kita bisa memberi. Memberi adalah berbagi apa yang kita miliki untuk melengkapi apa yang orang lain tidak miliki. Dengan memberi, berarti kita berbagi kebahagiaan dengan orang lain.

Bayangkan betapa indah hidup ini, jika manusia dapat saling memberi. Jika ada sikap saling memberi, maka tidak akan ada yang merasa kekurangan. Dengan memberi, kita telah menunjukkan kepedulian pada hidup orang lain.

Berilah apa yang bisa kita beri. Mulailah belajar memberi kepada orang di sekeliling kita. Kita tidak akan tahu seberapa berharganya pemberian kita sebelum kita melakukannya. Jadi, kita harus dapat peka terhadap kebutuhan orang lain.

Misalnya, ketika teman kita kesulitan ekonomi, kita bisa meminjamkannya terlebih dahulu. Ketika teman sedang sakit, kita bisa memberikan waktu kita untuk menjaganya. Dan ketika teman pindah rumah, kita bisa memberikan tenaga kita dengan membantunya.

Dengan memberi, orang lain akan sangat berterima kasih kepada kita. Namun kiranya segala bentuk pemberian adalah ikhlas tanpa mengharapkan suatu imbalan dan untuk mencari perhatian. Milikilah sikap yang tulus dalam memberi.

Jadi, marilah kita belajar untuk memberi. Dengan memberi, berarti kita peduli dan mau memperhatikan kepentingan orang lain. Jadikanlah hidup kita ini berarti dengan memberikan apa yang bisa kita berikan kepada orang lain.

Senin, 19 Juli 2010

Meminta Maaf

Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Semua orang pernah berbuat salah, baik yang disengaja maupun yang tidak disengaja. Kesalahan yang dilakukan pasti akan merugikan dan melukai hati orang lain.

Anda harus menyadari segala perkataan dan perbuatan anda yang salah. Jika anda telah menyadarinya, berarti anda telah memahami kondisi yang telah terjadi, dan sudah seharusnya jika kemudian anda meminta maaf kepada orang yang telah anda sakiti itu.

Namun, maaf adalah kata sederhana yang sulit diucapkan dan memiliki makna yang besar. Meminta maaf berarti anda menyadari kesalahan dan tidak akan mengulanginya lagi.

Meminta maaf tidak semudah membalikkan telapak tangan karena mula-mula anda perlu berdamai dengan diri sendiri dan mengakui kesalahan pribadi. Mengakui kesalahan berarti menurunkan harga diri anda. Anda harus melepaskan ego anda.

Jika anda belum juga meminta maaf, anda akan dihantui perasaan bersalah terus menerus. Dengan anda meminta maaf, anda telah melepaskan beban akibat kesalahan anda sehingga akan ada kelegaan di hati anda.

Belajarlah untuk tidak mempertahankan ego anda, tapi akuilah kesalahan. Carilah waktu yang tepat untuk anda meminta maaf. Terkadang lebih cepat lebih baik, namun terkadang sebaliknya. Terkadang akan lebih baik jika anda meminta maaf dengan kepala dingin dan ketika perasaan anda sudah lebih tenang.

Meminta maaflah dengan sungguh-sungguh. Akui benar-benar kesalahan anda. Jangan cari pembenaran. Tunjukkan bahwa permintaan maaf itu tulus, dan ada keinginan kuat untuk memperbaiki hubungan.

Tetapi terkadang anda harus bersabar, karena tidak semua permintaan maaf akan langsung diterima. Berilah waktu untuk orang yang anda mintai maaf untuk bisa menerima permintaan maaf anda. Anda harus mengerti bagaimana perasaannya sehingga anda sadar untuk tidak mau lagi mengulangi kesalahan.

Jadi, jagalah sikap anda. Berhati-hatilah dalam setiap perkataan dan perbuatan, jangan sampai anda mengulangi kesalahan yang sama sehingga menyakiti orang lain lagi. Berpikirlah dengan bijak sebelum anda bertindak.

Hindari kesalahan, namun jika terjadi kesalahan, milikilah sikap yang rendah hati dan tinggalkan kesombongan anda untuk mengakui bahwa anda salah. Mari belajar untuk meminta maaf. Biarlah permintaan maaf anda itu tulus sehingga akan ada hubungan yang diperbaiki setelah anda meminta maaf.