Jumat, 27 Agustus 2010

Tanggung Jawab

Kedewasaan bukan ditentukan oleh umur, tapi oleh penerimaan akan tanggung jawab. Albert Einstein mengatakan bahwa the price of greatness is responsibility. Harga sebuah kebesaran ada pada tanggung jawab.

Mungkin umur seseorang bisa terus bertambah, tapi belum tentu kedewasaan juga mengikutinya. Karena usia bukanlah faktor utama yang mendewasakan karakter seseorang.

Usia hanya membuat seseorang kelihatan dewasa secara fisik, namun belum tentu ia telah menunjukkan kedewasaan secara rohani juga. Kedewasaan dapat diukur dari sejauh mana seseorang berani menerima tanggung jawab dan melakukannya dengan baik.

Terkadang, ada orang yang selalu menghindari ketika diberi tanggung jawab. Entah apa karena ia malas atau mungkin takut. Jika karena malas, maka ia tidak akan pernah diproses menjadi orang yang lebih dewasa melalui tanggung jawab. Ia hanya akan terus berada di zona nyaman yang akan menghancurkan hidupnya secara perlahan-lahan.

Dan jika ia takut, maka sebaiknya ia berani mencobanya terlebih dahulu, walau mungkin ia tidak yakin bisa. Namun, setidaknya ia akan diproses menjadi lebih dewasa oleh tanggung jawab yang ia terima.

Bukan karena bisa atau tidak, tapi karena ada kemauan. Sebab di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Serta jangan menganggap tanggung jawab sebagai beban, tapi anggap itu sebagai tantangan yang harus ditaklukkan.

Selesaikanlah setiap tanggung jawab yang telah dipercayakan dengan baik. Buktikan kepada semua orang bahwa Anda adalah orang yang bertanggung jawab. Mulailah taat dan setia terhadap tanggung jawab dari yang paling kecil, maka Anda akan dipercayakan tanggung jawab yang lebih besar.

Jangan lari dari tanggung jawab yang seharusnya Anda terima. Anda bukan anak kecil lagi yang tidak memiliki tanggung jawab yang berarti, tapi buktikan bahwa seiring bertambahnya usia, Anda juga berani menerima tanggung jawab yang semakin besar yang seharusnya Anda pegang.

Dan orang yang besar adalah orang yang bertanggung jawab dan orang yang dewasa adalah orang yang berani menerima tanggung jawab.

Tidak ada komentar: