Rabu, 22 September 2010

Berserah atau Menyerah?

Setiap manusia pasti akan menghadapi masalah demi masalah. Berbagai macam cobaan selalu datang dan pergi. Inilah proses kehidupan yang harus dijalani dengan penuh kesabaran.

Terkadang mungkin Anda sulit untuk memiliki respon yang benar terhadap setiap masalah yang ada. Walaupun Anda percaya bahwa setiap hal yang terjadi memiliki hikmah dibaliknya, namun mungkin Anda lebih cenderung untuk mengeluh daripada mengucap syukur.

Mengeluh tidak akan mengubah apa-apa. Anda hanya akan lelah sendiri. Dan mengucap syukur mungkin tidak langsung mengubah keadaan, namun setidaknya respon hati Anda telah berubah menjadi lebih positif.

Dan ketika Anda menghadapi masalah besar hingga membuat Anda begitu stres dan lelah, apa yang akan Anda lakukan? Apakah Anda akan berserah kepada Tuhan atau menyerah kepada keadaan?

Berserah atau menyerah adalah pilihan. Dan terkadang mungkin Anda salah mengartikan apa itu berserah dan menyerah. Anda pikir itu sama saja, padahal kedua hal itu memiliki arti yang sangat berbeda.

Berserah adalah suatu sikap di mana Anda percaya kepada Tuhan bahwa rencana-Nya dalam hidup Anda pasti yang terbaik. Berserah berarti percaya, Anda menyerahkan seluruh hidup Anda kepada kehendak Tuhan. Anda percaya bahwa Dia pasti ikut membantu menyelesaikan persoalan yang Anda hadapi.

Sedangkan jika Anda menyerah, berarti Anda sudah angkat tangan. Anda sudah putus asa menghadapi persoalan yang ada. Anda mungkin seolah-olah telah berserah kepada Tuhan, namun sebenarnya Anda pasrah terhadap keadaan. Pasrah berarti tidak ada daya dan usaha lagi untuk menghadapi masalah Anda.

Berserah tidak sama dengan menyerah, walau berserah kelihatannya seperti sikap menyerah pada keadaan. Tapi lewat sikap berserah, Anda masih menunjukkan usaha dan tidak hanya pasrah terhadap keadaan.

Jadi, apa pilihan Anda? Renungkan itu. Jangan sampai Anda sebenarnya menyerah dan bukan berserah. Tuhan memberkati.

1 komentar:

husin mengatakan...

manusia berusaha dan Tuhan yg menyelesaikannya...