Jumat, 28 Oktober 2011

Berani Melawan Arus Layaknya Salmon

Salmon adalah ikan yang mahal. Dagingnya sangat lembut dan bernilai gizi tinggi. Salmon adalah ikan yang berbeda dari yang lain. Salmon lahir di sungai, bermigrasi ke lautan, lalu kembali ke sungai untuk bertelur. Saat ikan-ikan salmon ingin bertelur, mereka akan berkumpul dan berbondong-bondong berenang kembali ke sungai dengan melawan arus sejauh ribuan mil yang penuh rintangan. Perjuangan hidup dan mati yang luar biasa.

Pembelajaran yang dapat kita ambil dari ikan salmon adalah nyali mereka tidak menciut walaupun resiko yang diambil begitu besar ketika berenang melawan arus. Mereka menghadapi semuanya demi sebuah tujuan, yaitu bertelur.

Begitu juga dengan manusia. Kita harus berani menghadapi segala resiko demi menggapai sebuah tujuan. Jika tujuan yang ingin kita capai bersifat "melawan arus" atau berbeda dari yang lain (dalam konteks yang positif), maka janganlah gentar. Menjadi berbeda memang tidak mudah dan lebih banyak tantangan yang harus dihadapi.

Dalam hidup ini pasti terdapat resiko. Tujuan kita akan semakin dekat jika kita berani menghadapi resiko tersebut. Berenang mengikuti arus memang mudah bahkan tak perlu mengeluarkan tenaga. Tapi, maukah kita seperti "ikan mati" yang nasibnya ditentukan oleh kemana arus mengalir?

Dan banyak orang yang memilih hidupnya dengan mengikuti arus yang biasanya orang kebanyakan ikuti. Mereka tidak berani melakukan hal berbeda, padahal mereka bisa jika mereka berani.

Ya, ambil saja contoh umum. Ketika banyak orang melakukan mencontek, merokok, free sex, korupsi, menggunakan narkoba, tawuran, dan lain sebagainya, maka kita harus berani untuk tidak mengikuti hal-hal yang tidak baik disekitar kita.

Dalam tujuan hidup, jangan menjadi orang medioker (orang-orang kebanyakan). Orang medioker meyakini bahwa dirinya hanyalah manusia biasa yang tidak memiliki kemampuan yang luar biasa. Alhasil, mereka tidak berani bermimpi dan melakukan hal-hal yang berbeda dari orang-orang lain. Sehingga mereka benar-benar menjadi biasa padahal sebenarnya banyak hal luar biasa yang bisa mereka lakukan jika mereka berani menghadapi tantangan yang berbeda.

Saya bukanlah "ikan mati" yang dihanyutkan oleh arus air. Tapi saya adalah "ikan salmon" yang berani berenang melawan arus yang deras.

Jumat, 21 Oktober 2011

Tragedi Yue Yue dan Kisah Orang Samaria

Yue Yue, balita berusia dua tahun yang malang itu telah meninggal (Jumat, 21 Oktober 2011). Dia terlindas mobil dua kali di sebuah jalan di Kota Foshan, Provinsi Guandong, China. Rekaman CCTV menunjukkan 18 orang berjalan dan mengemudi melewatinya, membiarkan bocah perempuan itu begitu saja. Tidak ada yang menolongnya. Hingga datanglah orang ke-19, seorang pemulung jalanan, Chen Xianmei yang menghampiri bocah kecil itu dan meminggirkan tubuhnya serta meminta pertolongan.

Bagi saya, kejadian ini layaknya kisah perumpamaan orang Samaria yang murah hati di Lukas 10:25-37. Dua orang yang menabrak lari Yue Yue, saya ibaratkan "penyamun-penyamun" itu. Dan mereka yang tidak peduli padahal mereka melihat dan melewati Yue Yue yang sedang sekarat adalah para "imam" dan "lewi" itu. Sedangkan, Chen Xianmei, seorang pemulung yang baik hati adalah seperti seorang Samaria yang hatinya berbelas kasihan lalu menolong korban perampokan itu.

Imam dan Lewi adalah orang Yahudi, penduduk kelas satu. Orang Samaria adalah warga kelas dua, lebih rendah derajatnya dari orang Yahudi. Orang Samaria mengalami diskriminasi namun justru orang Samaria lah yang memiliki kasih yang tulus terhadap sesamanya yang membutuhkan pertolongan.

Semoga kita semua bisa memiliki kasih dan sikap seperti Chen Xianmei dan orang Samaria itu. Jangan sampai ada lagi Yue Yue selanjutnya. Tidakkah hati kita sedih dan marah melihat manusia sekarat dibiarkan begitu saja, seolah-olah yang terkapar di jalan itu adalah seekor kucing yang tertabrak? Bahkan seekor kucing pun, tidak seharusnya diperlakukan tanpa perasaan seperti itu.

Stop apatisme!!!


Selasa, 18 Oktober 2011

Tuhan Bukanlah Pengikut Kita

Kita kah yang memegang tangan Tuhan atau kah Tuhan yang memegang tangan kita? Coba kita renungkan. Ketika kita memegang tangan Tuhan, kita lah yang memiliki kendali ketika sedang berjalan bersama-Nya. Kita mau ke kiri, Dia ikut. Kita mau ke kanan, Dia ikut. Kita mau ke mana pun, Dia ikut. Dia ikut karena kita yang menarik tangan-Nya agar Dia mengikuti kita ke mana pun kita ingin pergi. Ketika Tuhan tidak mau menuruti ke arah mana kita melangkah, kita bisa saja melepaskan tangan-Nya dan berjalan sendiri. Kita cenderung yang mengarahkan jalan. Tuhan seolah menjadi pengikut kita. Kita egois.

Dan sebaliknya, jika Tuhan yang kita ijinkan untuk memegang tangan kita, maka Dia lah yang akan menuntun ke arah mana kita harus melangkah. Dia bawa ke kiri, kita ikut. Dia bawa ke kanan, kita ikut. Ke mana pun Dia bawa, kita mengikuti. Tuhan yang menetapkan langkah-langkah kita. Dia juga yang menjaga, apabila kita tersandung dan terjatuh, tidaklah sampai tergeletak sebab Tuhan menopang tangan kita. (Baca Mazmur 37:23-24)

Serta mintalah agar Tuhan jangan melepaskan tangan kita. Jadi ketika kita mulai memberontak, seperti kita ingin ke kiri, tapi Dia bawa ke kanan, maka Dia akan tetap memegang tangan kita dan dengan sabar mengarahkan hingga kita mau berjalan bersama-Nya ke mana pun Dia bawa kita. Tuhan tidak akan pernah meninggalkan Anda.

Ingat, Tuhan bukanlah pengikut kita. Tetapi kita lah pengikut-Nya. Kita boleh meminta dan mengharapkan apa saja kepada-Nya, tetapi Dia yang menetapkan segala sesuatu di dalam hidup kita. Ketika kita ingin ke kiri, tapi Dia bilang ke kanan atau ketika kita mau ini, tapi Dia memberikan itu, maka percayalah kepada rencana-Nya. Jangan paksakan kehendak kita agar dikabulkan Tuhan, padahal itu bukanlah rencana yang Dia sediakan. Dia lebih tahu mana yang terbaik dan mana yang bukan. Biarlah Dia yang mengarahkan hidup kita. Bukan dengan kekuatan kita, kita dapat menjalani hidup ini. Percayalah dan taat. Mari kita setia berjalan di dalam rencana-Nya bersama-Nya.

Sabtu, 15 Oktober 2011

Short Movie: That Keeps You Alive

Here's my first short movie about "dreams are what keeps us alive". I was the script writer. My friends and I made this short movie for iBox Short Movie Making in The 2011 Southeast Asian English Olympics.

Check this out and please give your review, xoxo. Still need to learn how to make a good movie. Thanks!

Domain Baru

Hi... Udah lama ngga ngeblog ya. Btw, saya ubah domain dari n-ry.blogspot.com ke www.triandry.com karena pengen lebih serius aja menulis.

And I just want to say thank you very much for my bestfriend Jimmi. He helped me to make this website. Saya #gaptekmodeon jadi butuh yang ahli :D

Yay!!! Semangat '45 untuk menulis... Semoga tulisan2 saya yang biasa ini bisa disukai. Keep on visiting yah! Thank you. Gbu all ^_^