Rabu, 31 Desember 2014

Pengalaman dan Pembelajaran Hidup di Tahun 2014


Sepanjang tahun 2014, aku dihadapkan dengan berbagai kejadian yang menghantarkanku ke depan pintu realita kehidupan. Apa yang selama ini aku bayangkan, ternyata berbeda dengan kenyataan yang terjadi di lapangan realitas.

Selama ini aku terlalu banyak bermimpi akan kebahagiaan dan kesuksesan, tapi belum memiliki banyak pengalaman berhadapan dengan kesedihan dan kegagalan yang seringkali mengawali sebuah perjalanan menuju esok yang lebih baik.

Realita, menghajarku di awal dan menguatkanku seiring berjalannya waktu. Ia pertama-tama menghancurkan hatiku -- ketika apa yang aku harapkan tidak sama dengan apa yang aku terima.

Namun, seiring berjalannya waktu dan hatiku lebih tenang, ternyata realita tidak sejahat penghakimanku. Ia yang akhirnya menyelamatkanku dari kejatuhanku akan persepsi yang salah tentang arti sebuah impian dan kehidupan.

Aku belajar banyak hal tentang kehilangan dan menemukan dalam keluarga, sahabat, cinta, dan impian, dan hidup.

- Tahun ini, ada 3 orang keluarga yang cukup dekat denganku meninggal; dua adik Nenekku dan satu bibiku. Mereka meninggal karena sakit. Walaupun sudah memperkirakan, tetapi menerima mereka pergi berturut-turut sangatlah tidak mudah bagi keluarga besar. Memang semua orang yang lahir, cepat atau lambat pada akhirnya akan mati dan yang penting bagaimana menjalani hidup dengan baik lalu masuk surga. Namun, menghadapi kehilangan membuatku merenungkan kembali arti hidup yang sebenarnya, apalagi ketika aku harus menyaksikan salah satu dari mereka dikremasi (baru pertama kali). Ternyata tubuh manusia tak lebih dari debu.

Selain itu, aku bersyukur dapat berlibur ke Singapura bersama keluarga intiku. Sudah sejak lama kami merencanakannya. Momen terbaik tahun ini. Tak ada yang lebih baik ketika dapat bersama-sama dengan orang-orang yang aku cintai dan mencintaiku.

- Aku belajar tentang pemurnian persahabatan. Sahabat sejati itu ada, tapi sulit sekali di cari. Karena ternyata orang yang aku anggap paling baik dapat menyakiti secara diam-diam dan membohongi kepercayaan hanya karena ia juga menginginkan apa yang aku inginkan. Waktu akan mengungkap siapa saja orang yang benar-benar kawan atau lawan.

Selain itu, aku belajar untuk dapat berbaur dengan orang-orang baru. Beberapa di antara mereka, akhirnya menjadi teman-teman yang sering aku habiskan waktu bersama. Tentu saja, teman lama tetap dijaga hubungannya. Indahnya, bisa mengenal lebih banyak orang.

- Cinta. Menunggu cinta bila itu aku yang ciptakan sendiri dan bukan dari Tuhan, maka semuanya akan sia-sia. Terkadang, apa yang aku tunggu bukan karena aku tidak bisa melakukan/ mendapatkannya sekarang, tetapi aku yang tidak cukup berani untuk menghadapi kenyataannya sekarang.

Selain itu, ternyata cinta benar-benar buta. Seseorang yang kita anggap sempurna ternyata memiliki kekurangan yang tidak aku lihat atau pura-pura tidak aku pedulikan ketika jatuh cinta kepadanya. (Mungkin) semua orang yang sedang jatuh cinta mendadak menjadi tuna netra cinta.

- Siapa yang ingin selamanya menjadi karyawan? Semua orang ingin membangun bisnisnya sendiri. Tahun ini, aku mencoba merintis usaha online clothing, jual t-shirts dengan brand Words I Wear. Begitu banyak ketakutan dari awal pertama memikirkannya hingga akhirnya menjalaninya.

Selain itu, sebagai entrepreneur pemula yang tidak punya pengalaman, aku tidak memiliki banyak pertimbangan matang dalam menyusun rencana bisnis. Hasilnya, action yang aku coba usahakan tidak berjalan dengan cukup baik. Awalnya sangat down, tapi selagi masih muda masih banyak kesempatan untuk aku membenahi diri dan mencoba. Jangan menyerah!

- Tak sedikit orang yang mengenalku menganggap aku punya bakat menulis. Namun, kenyataannya aku tidak cukup berbakat. Menulis itu sangat sulit. Walaupun tahun ini aku akhirnya menerbitkan satu buah buku, tetapi itu semua karena perjuanganku untuk belajar menulis dan bukan semata-mata karena ada kemampuan cuma-cuma sejak lahir.

Selain itu, aku menyadari bahwa kemampuan menulisku masih sangat perlu diasah ketika aku mencoba melamar pekerjaan di bidang menulis, tetapi sempat ditolak berkali-kali atau diapresiasi begitu rendah. Sekarang dan akhirnya, aku sedang bekerja sesuai minat menulisku. Perjalananku masih sangat panjang dan banyak hal yang harus aku pelajari.

Setelah menjalani banyak jatuh bangun tahun 2014 ini, aku sadar bahwa masih banyak tentang diriku yang belum aku telusuri lebih mendalam. Semoga di tahun 2015 aku bisa lebih kuat menghadapi setiap tantangan kehidupan yang lebih berat. Optimis menjadi pribadi yang lebih baik setiap harinya untuk lebih siap meraih impian dan menjadi sukses. Amin! :)