Rabu, 11 Maret 2015

Anak Kecil yang Menghentikan Ombak

Foto : Pantai Kuta, Bali, 20 Februari 2014

























Anak kecil itu.
Ia pikir dirinya punya kekuatan untuk menghentikan ombak yang senantiasa menghantam pantai.
Ia arahkan kedua tangannya lurus ke depan dengan telapak tangan yang terbuka menghadap laut.
Berhenti!
Ombak itu tidak peduli.
Deru ombak masih memecah pantai seperti biasanya.
Ombak datang, ombak pergi, ombak datang lagi, ombak pergi lagi, begitu berulang kali.
Dan anak itu tidak mengerti mengapa ombak tak bisa menjadi tenang.
Selalu datang dengan gemuruh, membuat rusuh perasaan yang gelisah.

Wahai ombak yang bergelombang.
Mungkin itulah caramu mengajarkannya untuk tidak lugu terhadap dunia.
Seperti hidup yang tidak pernah benar-benar ada ketenangan.
Selalu penuh dengan dinamika masalah.
Terkadang berbahaya, tetapi ada hikmahnya.
Tergantung bagaimana cara kita menghadapinya.
Apakah kita takut, dihanyutkan, dan tenggelam olehnya.
Atau kah kita belajar bersahabat, bermain, dan bersenang-senang dengannya.
Sehingga pada akhirnya kita dapat mengatasinya dan berselancar di atas ombak kehidupan ini.

Tidak ada komentar: