Rabu, 23 September 2015

Tentang Orang-Orang yang Bisa Membuat Kita Nyaman

There are people who try to make you feel comfortable and there are some who can make you feel comfortable without trying.

Yeah! Ada orang yang coba bikin gue nyaman dan ada juga orang yang bikin gue nyaman tanpa dia harus mencobanya. Ini biasanya gue rasakan, khususnya sama orang-orang yang baru kenal.

Tentu saja kita lebih bisa merasa nyaman kalau sedang bersama dengan orang-orang yang sudah lama mengenal kita. Namun terkadang, kita bisa merasa nyaman dengan orang-orang yang baru kita kenal. Ini yang gue sebut chemistry yang timbul secara natural.

Misalnya, dari kecil hingga sekarang, mungkin gue sudah berkenalan dengan ratusan atau ribuan orang. Tapi yang akhirnya menjadi orang-orang yang benar-benar dekat dengan gue, mungkin hanya puluhan orang saja. Sedangkan yang lainnya hanya sebatas teman biasa, kenalan, bahkan ada yang sudah lupa namanya. 

Dari yang gue kenal itu, belum tentu orang yang sudah lama kenal bisa bikin gue nyaman. Ada orang yang baru gue kenal tapi gue bisa nyaman sama dia. Begitu juga sebaliknya. Makanya, jangan heran kenapa ada orang yang nyaman sama kita dan kenapa ada orang yang nggak nyaman sama kita meskipun sikap kita ke semua orang sama.

Bahkan terkadang meskipun gue mencoba menjadi orang yang menyenangkan, belum tentu orang itu bisa nyaman berteman dengan gue. Begitupun sebaliknya. Karena meskipun banyak orang (baik, pintar, kaya, religius, menyenangkan, dll) yang kita kenal, nggak semuanya memiliki chemistry yang bisa bikin kita nyaman sama dia.

Karena menurut gue hubungan antar manusia mengalami seleksi alamiah. Tidak bisa dipaksakan semua orang akan nyaman dan nyambung dengan kita, meskipun kita sudah berusaha menjadi orang yang asyik. Makanya, siapa yang akan menjadi teman, sahabat, atau pasangan hidup yang membuat kita nyaman dan kita membuat mereka nyaman (terkadang) adalah orang yang tidak pernah kita duga dan merupakan orang yang biasa-biasa saja (menurut orang lain) tapi kita merasa nyaman luar biasa bersama mereka.

Dimulai dari ketertarikan yang bersifat spontanitas, lalu berlanjut mulai saling mengenal lebih dalam. Kalau kedua orang itu saling cocok, pasti akan nyaman dengan sendirinya tanpa harus berusaha terlalu berlebihan untuk melakukan sesuatu yang impresif.

Jadi menurut gue, kita nggak perlu memaksakan diri untuk menjadi orang lain untuk meninggalkan kesan yang baik dan mendalam terhadap seseorang. Namun tetaplah menjadi diri sendiri yang lebih baik dari hari ke hari. Karena pada akhirnya, akan ada orang-orang yang bisa nyaman dengan apa adanya diri kita, dan sebaliknya kita pun bisa nyaman dengan apa adanya dia.