Selasa, 12 Januari 2016

Tulisan Arab Hanya Boleh Digunakan Orang Muslim?

Lagi-lagi masyarakat membuat kontroversi terkait agama gara-gara Agnes Monica (Agnez Mo) mengenakan pakaian yang ada tulisan Arab. Tetapi yang sebenarnya membuat kontroversi itu Agnez atau masyarakat? Menurut saya, masyarakat.

Masyarakat yang saya maksudkan adalah orang-orang yang gagal paham atau mungkin terlalu fanatik terhadap agamanya. Memang benar jika bahasa Arab dipakai di Al-Qur'an sehingga menjadi bahasa peribadatan agama Islam. Namun bukan berarti bahasa Arab itu akhirnya menjadi eksklusif hanya untuk orang Islam.

Bahasa Arab diketahui menjadi bahasa resmi sekitar 28 negara. Dari ke-28 negara yang menggunakan bahasa Arab, tidak semua penduduknya Muslim. Orang non Muslim di sana oke-oke saja menggunakan bahasa Arab. Lantas, kenapa di Indonesia menjadi kontroversi?

Padahal tulisan kaligrafi Arab itu menarik, sehingga sering menjadi inspirasi seni. Seperti outfit Agnez yang disponsori brand KTZ dari Inggris saat acara HUT Indosiar ke-21. Pada outfit tersebut terdapat huruf Arab المتحد ة (al muttahida) yang artinya united / bersatu.

Al muttahida yang mengandung pesan persatuan dan hanyalah bahasa Arab biasa sehari-hari itu malah akhirnya membuat orang-orang yang gagal paham menuding Agnez menghina Islam. Padahal tulisan Arab tersebut bukanlah kutipan lafadz Al-Qur'an, tetapi kenapa diributkan?

Hal sepele seperti ini yang membuat agama seringkali menjadi pemicu perselisihan. Padahal tulisan Arab bukan milik Islam semata dan tidak selalu berasal dari ayat Al-Qur'an. Yang membuat Al-Qur'an itu sakral adalah firman-Nya, bukan bahasanya. Makanya disebut kitab SUCI Al-Qur'an, dan tidak ada sebutan bahasa SUCI Arab.

Intinya, bahasa itu universal. Semoga saja, tidak ada yang mengkritik saya karena saya baru saja menulis المتحد ة  yang hanyalah tulisan Arab biasa. Jadi menurut saya, aksara Arab sama saja seperti aksara negara lain (Thailand, Korea, Jepang, China, dll), sehingga penggunaannya sah-sah saja asalkan bukan untuk menyinggung SARA.

2 komentar:

Zaki Sulistya mengatakan...

Menurut saya itu bukanlah masalah ketika Agnez Mo menggunakan bahasa arab. Kita tau bahwa bahasa arab juga termasuk bahasa besar dalam perdagangan dunia. Jadi kenapa harus dipermasalahkan? selama itu bukan bentuk penghinaan, enggak masalah. Stay Positive Thinking and Stop Bein Dogmatism

Penjaja Kata mengatakan...

Betul sekali, bung. Semoga saja kejadian ini menjadi pengingat bahwa Muslim Indonesia masih harus terus belajar meng(k)aji Al-Quran, bukan hanya sekadar membacanya, tapi juga mengkaji dan memahani Al-Quran. :)

Salam kenal,
Penjaja Kata