Rabu, 09 Maret 2016

Mengabadikan Gerhana Matahari Sebagian di Jakarta


Fenomena gerhana matahari total (GMT) pada Rabu, 9 Maret 2016 begitu heboh di Indonesia. Termasuk gue yang nggak mau ketinggalan melihat langsung. Bule dari luar negeri aja niat banget datang ke Indonesia, karena GMT cuma melintasi 11 wilayah di Indonesia, yakni Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, dan Maluku Utara.

Kalau nggak salah, dulu pas tahun 90-an juga pernah ada gerhana matahari total atau sebagian. Gue ingat banget pas siang hari kota gue: Sintang, Kalimantan Barat, mendadak gelap selama beberapa menit. Orang-orang pada bawa negatif / klise film, foto bekas rontgen, dll buat melihat langsung gerhana. Gue yang masih TK/ SD waktu itu juga melakukan hal yang sama. Walaupun dulu masih kecil tapi gue penasaran.

Nah, tadi gue niat banget (terbangun) jam 5 pagi, lalu tidur lagi sampai jam 6 pagi. Kemudian bersiap-siap melihat gerhana matahari dengan perlengkapan: kamera, HP, dan kaca helm berwarna hitam. Gue dan sepupu gue menuju kawasan Mal Central Park, Jakarta Barat untuk menyaksikan fenomena alam yang langka itu.

Awalnya, sempat mikir kalau jangan-jangan cuma kita doang yang heboh di Jakarta. Eh, ternyata meskipun bukan GMT dan cuma GMS (gerhana matahari sebagian), ternyata ada belasan orang juga yang antusias juga mengabadikan momen GMS.

Kebanyakan dari mereka tidak ada persiapan untuk melindungi mata. Modal nekat dan penasaran. Jadi, pas kita mengeluarkan kaca helm untuk membantu kita melihat sang surya yang mulai ditutupi bulan, beberapa orang pun nebeng buat lihat-lihat dan foto-foto.

Nih, gue sempat merekam momen-momen pas GMS di Jakarta. Meskipun hanya GMS yang bentuk matahari mirip bulan sabit, tetapi tetap berkesan dan menjadi salah satu pengalaman bersama alam yang tak akan terlupakan. Cekidot!


Tidak ada komentar: