Sabtu, 31 Desember 2016

Kegagalan, Iman, dan Keikhlasan

Ketika sebuah harapan sirna dan berganti keputusasaan.
Maka semua impian seolah semakin menjauh dari kenyataan.
Tiada lagi kepastian.
Tiada pula penghiburan akan masa depan.

Rabu, 28 Desember 2016

Ulasan Film Indonesia "Cek Toko Sebelah"


"Cek Toko Sebelah" meramaikan daftar film Indonesia akhir tahun yang layak untuk ditonton. Film bergenre drama komedi keluarga Tionghoa ini diproduksi oleh Starvision dan sudah tayang mulai hari ini di bioskop. Berikut ulasan/review-nya:"

Jumat, 23 Desember 2016

Ulasan Film Hangout Karya Raditya Dika



Film Hangout adalah film bercerita pembunuhan yang dibalut dengan unsur komedi yang kental ala Raditya Dika.  Film ini mulai tayang di Indonesia pada tanggal 22 Desember, dan saya sudah menontonnya di bioskop XXI Mal Ciputra, Jakarta Barat. Berikut ulasan/review film Hangout:

Kamis, 22 Desember 2016

The Professionals, Film Aksi Perampokan Penuh Strategi Pertama di Indonesia


Film layar lebar "The Professionals" berhasil memukau saya. Film Indonesia produksi MNC Pictures ini mulai tayang sejak 22 Desember 2016, dan direkomendasikan untuk kamu tonton di bioskop. Btw, saya menonton film yang di XX1 Citraland, dan berikut ulasannya:

Rabu, 21 Desember 2016

Cerpen: Telolet Cinta

"Om...!!"

Teriak seorang perempuan sambil melambaikan tangan ke arah busku.

Selasa, 20 Desember 2016

Cerpen: Menari Dalam Hujan


Merindukanmu. Setelah aku tak sanggup lagi menyentuhmu, setelah aku sadar bahwa aku belum sempat membahagiakanmu, dan kejadian itu harus terjadi tiba-tiba. Memisahkan kita.

Senin, 19 Desember 2016

Pembahasan yang Membosankan di Hari Natal

Alangkah lucunya negeri ini.

Tiap tahun di bulan Desember, pasti selalu saja ada pembahasan kontroversial yang berhubungan dengan perayaan Natal. Pembahasan yang membosankan yang selalu ramai di media massa dan sosmed. Saya jadi bertanya-tanya, apakah cuma di Indonesia, atau di negara-negara lain juga sering membahas hal yang sama?

Menurut saya, negeri ini butuh edukasi, agar tak melulu membahas hal yang sama dengan sudut pandang yang sama dan salah. Contohnya, ya soal pembahasan atribut atau simbol keagamaan umat Kristiani di hari Natal, di mana masih banyak orang kebingungan, khususnya mereka yang tidak merayakannya.

Sebagai orang yang merayakan Natal, saya cuma mau kasih tahu bahwa sebenarnya:

1. Topi sinterklas atau pohon natal (dll), bukanlah atribut atau simbol keagamaan. Itu cuma bagian dari tradisi kebudayaan Barat yang kini menyebar ke seluruh dunia dan tidak ada hubungannya dengan keimanan/kepercayaan kepada Yesus, karena tidak ada di Alkitab suci kami. Makanya, cukup banyak orang Kristen & Katolik, bahkan gereja yang tidak mengikuti tradisi tersebut.

2. Umat Kristiani tidak masalah jika tidak mendapatkan ucapan selamat Natal dari orang-orang yang tidak merayakan. Yang penting kita bisa diberi kesempatan beribadah dengan damai saja. Inilah aksi toleransi yang lebih kami inginkan.

Jumat, 16 Desember 2016

Puisiku untuk Suriah


MENGAPA?

Mengapa kota yang indah kini tinggal reruntuhan tersisa?
Mengapa manusia merancang sendiri bencana kemanusiaan yang merenggut banyak korban jiwa?
Mengapa pemerintah dan rakyatnya harus saling melawan hingga merenggut puluhan ribu nyawa?
Mengapa perdamaian harus dipaksakan dengan darah dan air mata?
Mengapa bukan cinta yang menjadi jawaban atas setiap ratapan tersiksa?
Mengapa belas kasihan tampaknya telah sama sekali tiada di hati mereka?

Selama bertahun-tahun dunia seolah tak mampu berbuat apa-apa.
Persatuan malah terpaksa diupayakan dengan pembalasan bom dan senjata.
Politik kini sudah semakin nista dan dikuasai oleh mereka yang tak lagi punya rasa.
Lalu agama yang katanya mengajarkan kebaikan sudah tak lagi berkesan mulia.
Semua itu malah menjadi alat propaganda untuk mengadu domba umat manusia.
Mengapa? Mengapa? Oh, mengapa???

Let's pray for the peace in our world! Puisi ini terinspirasi dari perang di Aleppo, Suriah!

Rabu, 14 Desember 2016

Dunia yang Kerap Mengacau Agama


Kumerenung tentang kejadian akhir-akhir ini
Ada getir yang kurasa memberatkan hati
Pikirkanku terusik akan kenaifan dunia yang kerap mengacau agama
Mereka berbuat onar seakan Tuhanku dan Tuhanmu bermusuhan

Sabtu, 10 Desember 2016

Alasan Saya Tidak Lagi Membela Ahok

Foto: Suara.com
Mohon maaf sebelumnya jika salah paham. Saya bukanlah bagian dari kaum pembela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Saya tidak lagi membela Ahok, tapi saya harap kalian tidak membenci, membully, dan memboikot saya di media sosial. Saya ingin hidup dengan damai. Namun, jika saya tidak membela Ahok, bukan berarti saya akan membela para pembela Asal Bukan Ahok. Saya tidak akan terlibat dalam bagian kaum pembela apapun.

Menurut saya, "membela" memiliki arti yang cenderung subjektif. Membela kini lebih cocok dilakukan oleh orang-orang yang berpihak dan berat sebelah. Akibatnya, membela sesuatu/seseorang dengan penilaian standar ganda. Membela membuat orang menghalalkan segala cara untuk membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.

Kamis, 08 Desember 2016

Review Film Headshot: Sangat Ganas dengan Sentuhan Cerita Manis


Hari ini saya menonton film Headshot di bioskop Cinemaxx, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat. Film yang disutradarai Timo Tjahjanto & Kimo Stamboel ini mulai tayang serentak di Indonesia pada tanggal 8 Desember 2016. Saya memang sudah menunggu kehadiran film action ini sejak awal saya mendengar kabar pembuatannya melalui media. Berikut ulasannya:

Senin, 05 Desember 2016

Mengingkari Takdir

Bersembunyiku dari ingar-bingar
Berkawan dengan sunyi aku tersasar
Jauh ke dalam hutan yang tercemar
Sehingga menggelapkan perasaanku yang gempar
Demi usaha nestapaku mengingkari sebuah takdir

Tapi itu hanya sebentar
Selama aku tidur terkapar
Lalu terbangun menggelepar-gelepar
Membanting kenyataan yang telah membuat angan-anganku sukar