Sabtu, 10 Desember 2016

Alasan Saya Tidak Lagi Membela Ahok

Foto: Suara.com
Mohon maaf sebelumnya jika salah paham. Saya bukanlah bagian dari kaum pembela Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Saya tidak lagi membela Ahok, tapi saya harap kalian tidak membenci, membully, dan memboikot saya di media sosial. Saya ingin hidup dengan damai. Namun, jika saya tidak membela Ahok, bukan berarti saya akan membela para pembela Asal Bukan Ahok. Saya tidak akan terlibat dalam bagian kaum pembela apapun.

Menurut saya, "membela" memiliki arti yang cenderung subjektif. Membela kini lebih cocok dilakukan oleh orang-orang yang berpihak dan berat sebelah. Akibatnya, membela sesuatu/seseorang dengan penilaian standar ganda. Membela membuat orang menghalalkan segala cara untuk membenarkan yang salah dan menyalahkan yang benar.

"Membela" juga cenderung membuat orang membalas dendam kepada pihak yang telah menyakiti dan merugikannya. Membela membuat orang jadi suka main hakim sendiri karena merasa paling suci dan benar.

Untuk itu, saya tegaskan bahwa saya tidak lagi menjadi pembela Ahok, agar saya lebih bisa mengontrol diri ketika orang lain mendiskriminasi, mencaci, memfitnah, dan mengancam Ahok. Saya memilih untuk menjadi penggemar yang punya sikap seperti Ahok yang berani untuk tidak membela kesalahan, tapi menghadapinya.

Mengenai kasus DUGAAN penistaan agama, saya berharap proses hukum dapat berjalan tanpa "membela" siapapun. Hukum memang seharusnya tidak membela yang salah atau benar, tapi mengungkapkan siapa yang salah dan benar. Semoga sidang Ahok bisa mengungkap apakah TUDINGAN kepadanya itu benar, ataukah hanya berdasarkan #baper dan TUNGGANGAN para aktor politik yang ingin menjegalnya dengan isu dan sentimen SARA berisi A-hoax.

Akhir kata, sebenarnya saya cuma mau bilang kalau saya tidak mau dibohongi #pakai kata "membela", karena cenderung menjadi aksi yang memaksakan kehendak. Saya tidak mau menjalankan aksi bela Ahok, karena bisa membuat saya emosional dengan cara menjelek-jelekkan orang atau kelompok lain. Saya memilih untuk menjadi PENDUKUNG KEADILAN dan mempersiapkan diri apapun hasil persidangan nanti. Jika nanti Ahok dinyatakan bersalah, maka saya mau menghormati hukum dan legowo. Namun jika Ahok dinyatakan tidak bersalah, maka saya mau minum Equil dan makan Sari Roti, sambil menonton Metro TV melihat Ahok yang tersenyum dengan salam 2 jari di tangannya. ✌

Tidak ada komentar: