Jumat, 16 Desember 2016

Puisiku untuk Suriah


MENGAPA?

Mengapa kota yang indah kini tinggal reruntuhan tersisa?
Mengapa manusia merancang sendiri bencana kemanusiaan yang merenggut banyak korban jiwa?
Mengapa pemerintah dan rakyatnya harus saling melawan hingga merenggut puluhan ribu nyawa?
Mengapa perdamaian harus dipaksakan dengan darah dan air mata?
Mengapa bukan cinta yang menjadi jawaban atas setiap ratapan tersiksa?
Mengapa belas kasihan tampaknya telah sama sekali tiada di hati mereka?

Selama bertahun-tahun dunia seolah tak mampu berbuat apa-apa.
Persatuan malah terpaksa diupayakan dengan pembalasan bom dan senjata.
Politik kini sudah semakin nista dan dikuasai oleh mereka yang tak lagi punya rasa.
Lalu agama yang katanya mengajarkan kebaikan sudah tak lagi berkesan mulia.
Semua itu malah menjadi alat propaganda untuk mengadu domba umat manusia.
Mengapa? Mengapa? Oh, mengapa???

Let's pray for the peace in our world! Puisi ini terinspirasi dari perang di Aleppo, Suriah!

Tidak ada komentar: