Kamis, 08 Desember 2016

Review Film Headshot: Sangat Ganas dengan Sentuhan Cerita Manis


Hari ini saya menonton film Headshot di bioskop Cinemaxx, Plaza Semanggi, Jakarta Pusat. Film yang disutradarai Timo Tjahjanto & Kimo Stamboel ini mulai tayang serentak di Indonesia pada tanggal 8 Desember 2016. Saya memang sudah menunggu kehadiran film action ini sejak awal saya mendengar kabar pembuatannya melalui media. Berikut ulasannya:

Sinopsis Film Headshot:

Pemuda misterius (Iko Uwais) terbaring koma selama 2 bulan di sebuah rumah sakit di suatu pedesaan/kota kecil. Seorang mahasiswi kedokteran bernama Ailin (Chelsea Islan) dengan perhatian merawatnya hingga akhirnya pemuda itu sadar. Namun sayangnya ia lupa ingatan.

Pemuda itu kemudian memulai hidup barunya dengan nama "Ishmael", nama yang diberikan Ailin padanya. Hingga suatu ketika, Ishmael harus menghadapi penculikan Ailin oleh geng kriminal (teroris) yang membawanya masuk kembali ke dalam masa lalu kelamnya, dan mengingatkannya tentang identitas dia yang sebenarnya.

Kelebihan Film Headshot:

- Film dibuka dengan adegan di dalam sebuah penjara. Baru mulai sudah mencekam karena terjadi tembak-tembakan brutal. Ini bikin penasaran tentang siapakah sosok tahanan yang berhasil kabur. 

- Film berlanjut ke adegan Ailin & Ishmael di RS. Alur mulai jadi drama, tapi cuma sebentar. Ketegangan cepat kembali dibangun dengan adegan lain di sebuah tempat yang mulai menguak siapa tahanan yang kabur yakni Lee (Sunny Pang) dan kenapa ada Rika (Julie Estelle) bersamanya.

- Akting Iko Uwais semakin berkembang. Iko mampu memerankan Ishmael yang kebingungan, tapi ketika ada tekanan ia menjadi pemuda yang sangat ganas dan tangguh membela diri dari serangan musuh.

- Adegan tembak-menembak dengan senjata/pistol memang banyak porsinya. Lalu adegan berantem dengan pisau, tongkat besi, dan properti lainnya dikoreografikan dengan sangat sadis. Untuk Iko Uwais, dia lebih banyak beradegan bela diri dengan tangan kosong. Maksimal puasnya melihat dia menunjukkan beragam aksi silatnya yang mematikan.

- Chelsea Islan hanya terlihat cantik di awal-awal film. Selebihnya, Chelsea kelihatan total memerankan Ailin yang ketakutan, tertekan, dan marah. Darah dan luka membuat tampangnya tak lagi cantik. Adegan dia menembak terlihat natural, jadi patut diapresiasi karena bisa berperan dalam film laga seperti ini.

- Julis Estelle membuat film ini punya kesan seksi. Tapi jangan salah, dia sangat antagonis dan sadis. Adegan drama dan bertarung sama Iko Uwais bikin suasana hati naik-turun.

- Sunny Pang, aktor asal Singapura ini punya perang sangat penting. Musuh utama dalam film ini yang akan menyuguhkan aksi bela diri Tiongkok dengan apik ketika melawan Iko.

- Tidak terlalu banyak dialog, lebih banyak aksi saling serang dengan sangat buas. Penonton akan dibuat sering menahan napas. Ketegangannya intens.

- Ceritanya mungkin terkesan klise, di mana seorang pria menyelamatkan pujaan hati yang telah menolongnya, meski harus bertaruh nyawa. Namun tidak sesederhana itu, karena latar belakang para tokoh antagonis dan Iko Uwais, sangatlah rumit tetapi masuk akal.

- Sentuhan cerita drama antara Ishmael-Ailin terasa manis, tapi tidak kemanisan. Jadi pas di hati saya yang menontonnya.

- Ending film Headshot silakan tebak sendiri. Tidak mau spoiler. Yang pasti tidak menggantung dan tidak "maksa", meski kamu mungkin sudah menduganya.

Kekurangan Film Headshot:

- Bingung mau membahas kekurangannya. Cuma satu yang saya heran, tapi memang sudah biasa ditampilkan dalam film action, di mana aktor utamanya sangat jago dengan ketahanan fisik yang sangat prima. Iko bisa non stop melawan musuh-musuh yang sangat banyak menyerangnya, walau tubuhnya babak belur parah. Tapi tak perlu dipikir, mungkin realitanya ada orang setangguh itu. Apalagi ada faktor cinta yang menjadi alasan untuk bertahan dan melawan. Asekkk..... :D

Note: Banyak adegan kekerasan. Film dewasa, bukan untuk anak kecil. Penggemar film action pasti sangat terhibur. Recommended movie!

Tidak ada komentar: