Kamis, 26 Januari 2017

Review Film Indonesia "The Last Barongsai"


Menyambut perayaan Tahun Baru Cina, film Indonesia berjudul "The Last Barongsai" tayang di layar bioskop Tanah Air mulai 26 Januari 2016. Film ini bisa jadi pilihan untuk menikmati libur Imlek bersama keluarga. Sebelum menonton, simak dulu review/ulasan film The Last Barongsai berikut ini.

Sinopsis Film The Last Barongsai

Film berlatar belakang keluarga sederhana keturunan Tionghoa. Setelah istrinya meninggal, Kho Huan (Tio Pasukadewo) memilih untuk meninggalkan tradisi Barongsai karena menyadari bahwa bermain Barongsai tidak menghasilkan duit yang banyak. Ia menutup sanggar perkumpulan Barongsainya, dan memilih menjalankan usaha membuat furnitur kayu, namun sayangnya sepi pelanggan.

Sementara itu, anaknya Aguan (Dion Wiyoko) diterima beasiswa kuliah di Singapura. Namun beasiswa itu hanya menanggung biaya pendidikan, tidak termasuk biaya hidup. Ia resah apakah bisa ke sana dan mendaftar ulang, karena ayahnya tidak punya uang. Selain itu, di saat yang sama ia teringat pesan Ibunya untuk menjaga tradisi, sehingga ia ingin mengikuti kejuaraan Barongsai yang selama ini diabaikan ayahnya. Ayahnya lebih memilih memikirkan bagaimana caranya dapat uang untuk Aguan kuliah.

Bisakah Aguan menghidupkan kembali sanggar Barongsai dan juga kuliah ke Singapura?

Produksi: Karnos Film
Produser: Rubby Karno
Sutradara: Ario Rubbik
Penulis: Titien Watimena

Kelebihan Film The Last Barongsai

- Film ini mampu mengungkapkan sisi lain kehidupan masyarakat Indonesia yang sekarang mulai menyingkirkan tradisi dan budaya karena faktor ekonomi. Tidak hanya soal tradisi Tionghoa, tapi juga sedikit menyinggung tentang tradisi Betawi yang kehilangan pamornya.

- Film ini menyisipkan pesan toleransi. Bagaimana Kho Huan dan tokoh Rano Karno bisa saling mendukung kebudayaan masing-masing, serta Azis Gagap yang menjadi pemain Barongsai padahal dia "pribumi" dan muslim.

- Para aktor dan aktris penting dalam film ini bisa bermain dengan baik. Selain Tio Pasukadewo dan Dion Wiyoko, akting Ai (Vinessa Inez) sebagai adik Aguan mampu mencuri perhatian. Inez berhasil membawakan karakter Ai yang menyimpan kesedihan dan amarah karena merasa terabaikan.

- Kisah hubungan Aguan dan pacarnya Susan (Furry Citra) porsinya pas, cukup membuat baper, tapi tidak lebay. Jadi, tidak membuat konflik utama dalam keluarga ini jadi kehilangan fokusnya.

Kekurangan Film The Last Barongsai

Terlalu banyak eksposisi untuk menggambarkan karakter atau adegan dengan dialog. Ini membuat alur film ini terasa sangat lambat, hampir membosankan di awal. Namun berkat kehadiran Azis Gagap, film ini ada unsur lucunya dan menghibur, sehingga tidak terkesan terlalu drama dan mellow.

Tidak ada komentar: