Sabtu, 18 Februari 2017

Review Film Indonesia "Pertaruhan"



Film "Pertaruhan" adalah film Indonesia bergenre drama action yang tayang di bioskop pada tanggal 9 Februari 2017. Film ini mencuri perhatian banyak anak muda, khususnya ABG perempuan, karena dibintangi para pemain tampan yang terkenal, seperti Aliando Syarief & Adipati Dolken.

Sutradara: Krishto Damar Alam
Produser: Adi Sumarjono
Penulis: Upi Avianto
Produksi: IFI Sinema

Sinopsis Film Pertaruhan

Pak Musa (Tio Pasukadewo) hidup bersama keempat anaknya, yakni Ibra (Adipati Dolken), Elzan (Jefri Nichol), Amar (Aliando Syarief), dan Ical (Giulio Parengkuan). Kehidupan mereka serba kekurangan. Pak Musa bekerja sebagai satpam di bank dengan gaji pas-pasan. Sementara Ibra, Elzan, dan Amar, hanya tamatan SMA dan jadi berandalan. Sedangkan Ical satu-satunya yang masih sekolah dan menjadi tumpuan harapan Pak Musa agar sukses jadi sarjana.

Hingga suatu hari, Pak Musa dipecat dari tempat kerjanya dan sakit paru-paru. Demi biaya pengobatan ayahnya yang besar, Ibra, Elzan, dan Amar berusaha mencari uang dengan berbagai cara, sekalipun itu tidak benar dan bisa mempertaruhkan nyawa mereka.

Kelebihan Film Pertaruhan

- Film ini didukung oleh para pemain yang pas dan cakap dalam memerankan karakternya.
- Adipati Dolken terlihat paling "bad boy" dan cocok memerankan anak yang berandal dan urakan.
- Aliando Syarief berhasil membuktikan bahwa dia bisa berakting tengil, genit, sekaligus berandal.
- Meski sebagai pendatang baru, akting Jefri Nichol dan Giulio Parengkuan tidak mengecewakan.
- Akting Tio Pasukadewo paling bagus dan membekas di antara semua pemain.
- Film ini cukup menghibur, meski menceritakan kisah yang tragis dalam sebuah keluarga.

Kekurangan Film Pertaruhan

- Film ini memiliki cerita yang menarik. Biasanya, dalam sebuah keluarga, orang tua yang nekat melakukan apa saja untuk anaknya, namun di Pertaruhan, anak-anaknya kompak dan nekat melakukan apa saja demi ayahnya. Hanya saja, ada beberapa aksi yang didramatisir, terutama pada bagian perampokan di bank, yang membuat aksinya terasa berlarut-larut.

Tidak ada komentar: