Kamis, 02 Maret 2017

Hanya Menatap



Matamu bagaikan lorong waktu ke masa depan.
Menatapnya membuatku menembus dunia khayalan.
Impian yang menyenangkan bersamamu di masa yang akan datang.
Melintasi masa di mana aku dan dirimu adalah sepasang kekasih yang saling sayang.

Namun, terlalu jauh berangan-angan malah semakin menyakitkan.
Aku terjebak dalam perayaan imajinasi untuk menolak kenyataan.
Bahwa takdir telah menggariskan kita untuk hanya sebatas teman.
Kau telah memilih yang lain dan aku masih sendirian.

Akan tetapi, siapa yang berhak melarangku untuk menatap matamu?
Binar matamu menyinari mimpi yang tengah kesepian.
Sorot tajam matamu menusuk relung hati yang mendambakanmu.
Aku terlanjur jatuh cinta dengan perasaan yang berlebihan.

Hanya saja, aku tidak bisa mengalihkan pandangan ketika kita berhadapan.
Sebab menatap matamu memberikanku harapan dari ketidakmungkinan.
Dan ini adalah caraku menyenangkan diri yang terpaksa menerima keadaan.
Bahwa memilikimu hanya bisa dalam sebatas angan.

1 komentar:

syair di kertas hitam mengatakan...

Keren sobat q...aku ulis puisi juga loh...syair di kertas hitam kunjungi dan ramsikan yaa...follow juga boleh kok..suwun hehehe