Jumat, 10 Maret 2017

Review Film Indonesia "Galih Dan Ratna"


"Galih Dan Ratna" telah bersemi kembali di bioskop kesayangan. Film drama remaja ini merupakan remake film Gita Cinta Dari SMA (1979), namun dengan versi yang baru dan kekinian. Sehabis menonton film ini, saya bisa bilang bahwa ini merupakan salah satu film Indonesia favorit saya. Berikut ulasan-nya:

Sinopsis Film Galih Dan Ratna

Cinta pertama, semua pernah merasakannya. Cinta yang indah di masa remaja, seperti yang dialami oleh Galih (Refal Hady) dan Ratna (Sheryl Sheinafia). Galih adalah siswa SMA teladan yang introvert. Ia hidup dalam kenangan almarhum ayahnya dan tuntutan ibunya.

Sementara Ratna adalah siswi pindahan dari Jakarta ke sekolah Galih di Bogor. Ia berbakat namun tidak tahu apa tujuan hidupnya. Ia berasal dari keluarga kaya, namun ibunya meninggalkannya dan ayahnya terlalu sibuk bekerja.

Suatu hari, Ratna menghampiri Galih yang sedang mendengarkan musik melalui walkman. Galih membiarkan Ratna mendengarkan kaset mixtape pemberian ayahnya. Dari situ, kisah cinta mereka dimulai. Melalui musik, cinta mereka didewasakan dan menghadirkan kenangan yang tak akan bisa dilupakan.

Sutradara: Lucky Kuswandi
Produser: Sendi Sugiharto, Ninin Musa
Penulis: Fathan Todjon, Lucky Kuswandi
Produksi: 360 Synergy Production, NANT Entertainment

Kelebihan Film Galih Dan Ratna

Kekuatan film ini terletak pada cerita cintanya yang sederhana namun dibalut dengan musik yang mempesona. Kesederhanaan cerita cintanya tidak membuatnya klise, karena adanya isu kaset yang sudah ketinggalan zaman dan coba dibuat menjadi kekinian. Ini menarik dan membuat film ini terasa sangat personal dan nyata. Saya dibuat tersenyum-senyum sendiri seperti sedang mengingat masa remaja. Perasaan diaduk-aduk seperti sedang merasakan manis getirnya cinta.

Konflik keluarga memang ada di dalam film ini. Namun, karena tidak terlalu diekspos, penonton akan lebih fokus ke masalah yang ada dalam diri Ratna dan Galih mengenai tanggung jawab dan mimpi, serta masalah cinta di antara keduanya. Penonton dibuat fokus pada romantika Galih dan Ratna.

Selain itu, skrip yang puitis dan lagu-lagu yang manis semakin memperkuat cerita romantis di film ini. Akting Refal dan Ratna juga bagus dan mereka cocok memerankan Ratna dan Galih.

Kekurangan Film Galih Dan Ratna

Berbagai isu anak muda zaman sekarang (sayangnya cuma) dihadirkan sepintas saja lewat kehadiran teman-teman Galih dan Ratna. Meski kurang banyak dibahas, kehadiran teman-teman mereka menambah kesan jenaka dalam film ini. Selain itu, kehadiran Marissa Anita sebagai tante Ratna, Joko Anwar sebagai guru, Ayu Dyah Pasha (ibu Galih) dan Indra Birowo (supir angkot) membuat film ini semakin berwarna dan hidup.

Tidak ada komentar: