Rabu, 26 April 2017

Penghuni Panti Jompo Hingga Akhir Hayat

"Jika tua nanti, kamu mau tinggal di mana?" Saat ini kita mungkin bisa membayangkan diri kita tinggal di suatu tempat yang tenang dan damai supaya bisa menikmati masa-masa tua dengan bahagia. Tapi, siapakah yang tahu rahasia masa depan?

Ada yang bisa tetap mandiri di hari tua. Ada yang bergantung pada anak atau sanak keluarga. Ada pula yang malah menghuni panti jompo hingga akhir hayatnya.

Percayalah, tidak ada seorang pun kakek-kakek dan nenek-nenek yang ingin menghabiskan sisa umurnya di panti jompo. Jika pun ada yang meminta kepada keluarganya untuk dimasukkan ke panti jompo, itu biasanya karena situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan untuk membuatnya bahagia jika hidup di rumah keluarganya sendiri.

Bagi saya, sangat keterlaluan jika ada anak atau keluarga yang sengaja memasukkan orang tuanya ke panti jompo. Saya pikir mereka tidak tahu berbalas budi atau tidak mau belajar mengasihi dan berkorban. Ingatlah, saat kita kecil, orang tualah yang merawat kita. Sehingga saat mereka sudah renta, sudah sepatutnya kita yang gantian merawat mereka.

Namun, dunia yang hanya sementara ini memang sering tidak bersahabat. Banyak hal yang sulit kita pahami terjadi. Salah satunya tentang kehidupan orang-orang lanjut usia (lansia) yang menghuni panti sosial. Mereka harus belajar beradaptasi dengan lingkungan baru yang dihuni orang-orang asing yang tidak pernah mereka kenal sepanjang hidup mereka. Mereka jauh dari keluarga atau mungkin tak lagi memiliki keluarga. 

Meski panti sosial memberikan fasilitas layak bagi lansia; meski akhirnya para lansia itu bisa punya aktivitas yang menyenangkan bersama teman-teman barunya; dan meski mereka bisa memiliki teman-teman baru senasib sepenanggungan yang membuat mereka merasa tak seorang diri; saya merasa iba melihat kehidupan mereka.

Itulah yang saya rasakan ketika pertama kali berkunjung ke panti jompo "Panti Werdha Berea" di Jalan Setia, Kedoya, Jakarta Barat. Kunjungan saya ke sana bersama teman-teman komunitas gereja saya dalam rangka berbagi kasih di hari Paskah. Pengalaman berkesan bagi saya karena bisa menghibur dan mendapatkan inspirasi dari pengalaman hidup oma-oma di sana.

Nah, buat yang pengen lihat video kami di Panti Werdha Berea, bisa klik video di bawah ini!


Tidak ada komentar: