Senin, 08 Mei 2017

Cerita Saat Pertama Kali Bertemu Ahok

Ini ceritaku saat pertama kali ke Balai Kota demi bertemu idola. Akhirnya, aku bisa bertemu dengan Pak Ahok! Meski bukan suatu hal yang langka jika bisa ketemu beliau, ya aku tetap merasa senang sekali. Gubernur fenomenal ini kan mudah ditemui warga di Balai Kota setiap hari Senin-Jumat.

Mumpung Pak Ahok masih jadi gubernur, makanya aku bela-belain ke kantor Balai Kota. Mau foto bareng selagi beliau masih berpakaian dinas. Apalagi di sana banyak sekali karangan bunga dan balon dari para pendukung yang jumlahnya mencapai ribuan. Momen sangat langka yang memecahkan rekor MURI. Ku harus melihat langsung dan merasakan betapa cinta kepada Ahok itu nyata dan besar. Ia tetap dicintai dan dihormati, sekalipun kalah dalam pilkada.

(TAPI SAYANGNYA, AHOK KINI JADI KORBAN KERAPUHAN HUKUM. Beruntungnya aku bisa ketemu di hari terakhirnya ngantor).

Nah, ceritanya aku nyampe di Balai Kota sekitar jam 8:15. Ternyata harus isi buku tamu dan ambil nomor antrian foto. Dapat nomor ke-568. Astaga! Kupikir kubakal berdiri menunggu lama. Ternyata foto barengnya pakai sistem rombongan, jadi nggak lama ngantri. Yang lain udah datang dari pagi banget, jadi udah pada selesai foto bareng. (videonya ada di bawah ini)


Ngomong-ngomong, baru kali ini aku jadi fanboy. Nggak nyangka bisa nge-fans banget sama sosok pejabat negara. Nggak pernah kebayang untuk mengidolakan politisi atau tokoh pemerintahan. Maklum, pejabat sekarang banyak yang kayak tikus comberan. Kecuali (salah satunya) ya Pak Ahok ini, jadi beliau sangat berkesan di hati.

Meski banyak tudingan negatif terhadap Pak Ahok, ya EMANGNYA GUE PIKIRIN. Untungnya,  aku masih punya hati nurani dan akal sehat, sehingga tidak ikut-ikutan membenci beliau dan memilih mendukungnya.

Gara-gara banyaknya fitnah, sentimen SARA dan upaya kriminalisasi terhadap Pak Ahok, aku malah semakin bersimpati dan kepikiran terus kenapa ada pemimpin yang beneran mau mengabdi untuk bangsa malah mau dipenjarakan pakai fitnah & nyawanya diancam mau dibunuh oleh kaum intoleran.

Saking kepikirannya, setiap hari mengikuti media berita dan sosmed untuk tahu segala hal tentang Pak Ahok. Nggak tega jika ada yang menginginkan beliau sengsara pakai tudingan SARA. Aku jadi fans baperan, hahaha. Saking terbawa perasaan, kubuatlah sebuah puisi untuk beliau dan kuberi judul "Untukmu Basuki Tjahaja Purnama". Kutulis puisinya di atas kartu ucapan dan kuberikan langsung ke Pak Ahok di pertemuan singkat kita di Balai Kota.


Ya, semoga Pak Ahok udah baca dan menyukai puisinya. Puisi yang kubuat pakai cinta dari dalam hati. Cinta kepada seseorang yang menginspirasi banyak orang. Yang terpenting, akhirnya aku bisa melihat sendiri sosok idola yang sangat berkarisma (kesan pertama saat melihat langsung), bisa foto bareng, salaman, dan memberikan sesuatu kepadanya.

#TerimaKasihAhok #FreeAhok #BebaskanAhok

Tidak ada komentar: