Kamis, 10 Agustus 2017

Menjawab Dengan Senyuman



Tidak semua orang yang menanyakan kabarmu itu peduli terhadap keadaanmu. Tidak semua orang punya perhatian yang sama terhadap hidupmu. Ada yang memperhatikan hidupmu karena sekadar ingin tahu alias kepo. Ada yang memperhatikan hidupmu untuk mencari tahu kekuranganmu dan kemudian menghakimi serta menjadikannya omongan di belakangmu. Namun, ada pula yang benar-benar memperhatikan hidupmu karena mereka sungguh peduli.

Tentunya, tidak mudah mengetahui motivasi orang lain yang bertanya tentang hidup kita. Kalau saya biasanya melihat latar belakang orangnya dan seberapa dekat hubungan saya dengannya. Kalau orangnya sering bergosip atau hubungan kami tidak dekat, untuk apa menghabiskan waktu menjawab pertanyaan orang yang terlalu jauh menyentuh kehidupan personal saya.

Terkadang kita tidak perlu menjawab pertanyaan orang dengan perkataan, tapi cukup dengan senyuman.

Misalnya:

"Kapan punya pacar?"

"Kapan menikah? Kapan kawin?"

"Keluargamu kok gitu?"

"Kamu kerja apa? Kok nggak kerja di sana aja?"

"Kenapa nggak tinggal di sini aja?"

bla bla bla....

Dear strangers dan siapapun Anda yang kita tidak dekat, perhatikan privasi saya seperti saya memperhatikan privasi Anda. Namun, jika kalian tidak bermaksud apa-apa dan hanya sekadar basa-basi, coba cari pertanyaan lain yang lebih netral. Tidak etis menanyakan hal-hal yang sifatnya personal di saat kita tidak dekat dan sangat jarang bertemu/berkomunikasi.

Tidak ada komentar: