Dari Balik Tembok Karantina


Terkurung dalam kesepian. Hidup terkungkung kecemasan. Entah hari ke berapa aku memenjarakan diriku dan berkawankan kesendirian.

Aku ingin lepas dari ketakutan. Namun, waktu tengah berteman dengan ketidakpastian. Harapan masih bersembunyi dalam kegelapan. Manusia-manusia sekarat dan menantikan keajaiban.

Dari balik tembok karantina, aku berdoa untuk dunia yang sedang memperjuangkan kehidupan. Semoga obat dan vaksin Covid-19 bisa menjadi kenyataan. Semoga kita bisa keluar rumah tanpa khawatir tertular virus corona yang mematikan. Semoga kita bisa kembali bebas bersalaman dan berpelukan, serta meraih kemenangan.

Salam kangen, dari aku yang ingin segera berjumpa dengan keluarga dan teman-teman. Aku harap kita semua sehat dan dapat bertahan.

Komentar

Postingan Populer